Rabu 11 Februari 2026
INGAT PENCIPTAMU SEJAK MASA MUDA
Sabda Renungan : “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: ‘Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” (Pengkhotbah 12:1)
Dalam Alkitab, ternyata sangat banyak anak muda yang menjadi pembuat sejarah karena melakukan hal-hal yang sangat berarti bagi Allah.
Yusuf dijual menjadi budak pada usia tujuh belas tahun. Namun, melalui kehidupan yang setia kepada Allah, ia muncul sebagai seorang pemimpin di Mesir yang kemudian menyelamatkan keluarga dan bangsanya dari bencana kelaparan.
Gideon, seorang remaja belia, menyerahkan dirinya untuk dipakai Allah menyelamatkan bangsa Israel dari tangan orang Midian.
Daud baru berusia belasan tahun dan hanyalah seorang gembala domba keluarga, tetapi Allah memakainya untuk melindungi bangsa Israel dengan mengalahkan Goliat, ancaman besar bagi bangsa Israel.
Yoas menjadi raja Yehuda pada usia tujuh tahun. Ia memerintah selama empat puluh tahun dan memimpin bangsanya membangun kembali Bait Allah.
Uzia menjadi raja Yehuda pada usia enam belas tahun. Ia berkuasa selama lima puluh dua tahun dan dinyatakan sebagai pemimpin militer yang hebat dalam Alkitab. Penilaian ini tidak berlebihan, karena pada suatu masa ia memimpin pasukan yang berjumlah 307.500 prajurit (2 Tawarikh 26:11–15).
Hizkia menjadi raja Yehuda pada usia dua puluh lima tahun dan dinyatakan sebagai salah satu raja Yehuda terbesar. Ia berkuasa selama dua puluh sembilan tahun.
Yosia menjadi raja Yehuda pada usia delapan tahun. Ia berkuasa selama tiga puluh satu tahun dan memimpin bangsanya mengalami kebangunan rohani yang besar.
Daniel ditawan oleh raja Babel pada usia belasan tahun. Ia dikenal karena kesetiaannya kepada Allah, dan kesetiaan itu justru membawanya menempati kedudukan terhormat di istana raja.
Melalui pemaparan di atas, kita melihat bukti—meskipun hanya sebagian kecil—bahwa sepanjang sejarah Allah memakai anak muda untuk menyampaikan pesan-Nya dan melakukan kehendak-Nya di bumi.
Oleh sebab itu, jika sejak masa muda seseorang hidup dalam iman kepada Tuhan Yesus dan mengingat Penciptanya sejak dini, maka masih terbuka kesempatan bagi anak muda untuk menjadi pembuat sejarah pada generasinya.
Mengingat Pencipta membawa anak muda masuk ke dalam petualangan hidup yang menyenangkan, sebab mereka dipanggil menjadi pribadi yang memberi dan mampu membuat perbedaan di dunia ini. MT
Allah memakai anak muda yang mengingat Pencipta sejak dini untuk hidup beriman, memberi dampak, dan menjadi pembuat sejarah generasinya nyata.




