Sabtu 07 Februari 2026
KASIH KARUNIA ALLAH
Sabda Renungan : “Aku heran bahwa kamu begitu lekas berbalik dari Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain. Yang sebenarnya bukan Injil; hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus” (Galatia 1:6-7)
Rasul Paulus mendengar bahwa beberapa guru Yahudi telah mengacaukan pikiran para petobat baru di Galatia dengan memaksa mereka untuk menyunatkan diri. Mereka diajarkan bahwa mereka harus mengikuti ritual agama Yahudi sebagai syarat untuk diselamatkan.
Rasul Paulus menegaskan bahwa syarat-syarat agamawi tidak memadai untuk memperoleh keselamatan. Semua ritual agama Yahudi yang diperintahkan Allah melalui Musa hanyalah lambang yang telah digenapi oleh Yesus melalui pengorbanan-Nya yang sempurna. Dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat, kita diselamatkan oleh kasih karunia-Nya. Oleh sebab itu, kembali kepada ritual agama berarti sebuah kemunduran.
Sering kita mendengar pendapat bahwa Kekristenan bukanlah agama, melainkan kehidupan. Mengapa demikian? Sebab jika Kekristenan hanyalah sebuah agama, sesungguhnya agama Yahudi sudah cukup, dengan ritualnya yang unik dan diterima langsung oleh Musa dari Allah. Tuhan Yesus datang bukan untuk membawa agama baru, melainkan untuk memberikan kehidupan yang baru. Jika Kekristenan hanya sekadar agama, maka kita harus menaati ritual-ritual yang kaku dengan ruang gerak yang sempit. Hal ini sering kali memaksa kita menciptakan aturan atau tradisi baru, seperti yang dilakukan oleh Yudaisme.
Puji Tuhan, Kekristenan adalah kehidupan yang luas dan terus diberi ruang untuk bertumbuh. Namun, perlu diingat bahwa Kekristenan bukanlah antinomianisme, sekalipun tidak bersifat legalistik. Kekristenan memiliki dasar pijak yang kokoh, yaitu Firman Tuhan.
Dalam Galatia 1:9, Rasul Paulus dengan tegas menyatakan: “Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu Injil yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.” Artinya, jika seseorang tidak berada di bawah kasih karunia Allah, ia berada di bawah kutuk. Injil yang sejati adalah Injil kasih karunia Allah. Kekristenan adalah respons terhadap kasih karunia Allah melalui kehidupan yang benar dan penyembahan yang benar.
Kekristenan bukanlah melakukan ritual agama untuk menyenangkan manusia atau para pemimpin, melainkan untuk menyenangkan hati Allah. MT
Keselamatan oleh kasih karunia Kristus, bukan ritual; Kekristenan hidup benar berlandaskan Injil sejati.




