Sabtu 31 Januari 2026
HIDUP YANG BARU
Sabda Renungan : “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)
Raja Salomo menyatakan dalam Pengkhotbah 1:9 bahwa di dunia ini tidak ada yang baru, karena semua adalah pengulangan-pengulangan. Bila kini kita melihat sesuatu yang baru, hal itu hanya kelihatannya saja baru, karena sesungguhnya dahulu sudah pernah ada. Sementara itu, manusia selalu mencari hal yang baru untuk membahagiakan hidupnya. Jadi, bila menunggu sesuatu yang indah dan baru, berarti sedang menunggu sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Bila mencari kebahagiaan pada hal-hal yang baru, maka kebahagiaan itu tidak akan pernah ditemukan dan dinikmati.
Lalu, kapankah manusia menemukan kebahagiaan? Jawabannya adalah dengan berusaha memiliki kemampuan untuk menikmati kebahagiaan dari hal-hal lama atau hal-hal biasa yang dinikmati setiap hari.
Rasul Paulus membuat pernyataan yang sangat membahagiakan: “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru,” atau memperoleh hidup yang baru. Dalam hal ini, di luar diri kita segala sesuatu mungkin sudah usang dan kehilangan keindahannya, tetapi kitalah yang menjadi baru. Hidup di dalam Kristus adalah hidup sebagai ciptaan yang baru; hal-hal yang lama sudah berlalu, dan yang baru telah datang. Hal yang lama dapat diartikan sebagai karakter yang buruk, dan hal yang baru sebagai karakter yang baik. Namun yang pasti, pola hidup dan cara pandang hidup yang lama telah menjadi baru.
Bila kita sudah menjadi ciptaan yang baru, maka kita akan melihat kehidupan di dunia ini bukan sebagai pengulangan yang membosankan, melainkan sebagai hal-hal biasa yang menyenangkan. Dahulu, sebelum menjadi ciptaan yang baru, berjalan-jalan di pemakaman mungkin merupakan hal yang menegangkan. Namun setelah menjadi ciptaan yang baru, hal itu dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan, karena sesungguhnya lahan pemakaman menyimpan banyak kisah yang patut dipahami dan layak diceritakan.
Demikian pula, dahulu meminum secangkir kopi setiap pagi mungkin menjadi hal yang biasa dan membosankan. Sekarang, hal yang sama tetap merupakan hal yang biasa, tetapi menjadi membahagiakan karena disertai rasa syukur kepada Allah. Boleh saja dikatakan bahwa tidak ada hal yang baru dan indah di bawah matahari atau di dunia ini. Itulah sebabnya kitalah yang harus menjadi ciptaan yang baru di dalam Kristus. Bila kita sudah menjadi ciptaan yang baru, maka hal-hal yang biasa pun tetap dapat membahagiakan dan menyenangkan. MT
Menjadi ciptaan baru bisa hidup bersyukur di tengah-tengah hal yang lama karena diri dan hiduplah yang baru.




