Kamis 15 Januari 2026
AWAL SEGALA SESUATU
Sabda Renungan : “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (Kejadian 1:1-2)
Awal segala sesuatu dalam pemahaman adanya proses waktu dimulai pada saat penciptaan. Jadi, sebelum penciptaan, yang ada hanyalah kekekalan. Allah adalah Sang Kekekalan yang mengawali adanya waktu dalam bentuk yang dapat dihitung dengan satuan waktu. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Pada saat itulah Allah menyatakan adanya waktu.
Ketika Firman secara tegas menyatakan bahwa Allah menciptakan, itu berarti Allah menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Ajaran Firman Tuhan mengenai penciptaan bersifat pasti, sehingga jangan dikacaukan dengan asal-usul dunia berdasarkan teori ilmiah apa pun. Perlu dipahami bahwa penelitian ilmiah selalu memulai dengan sesuatu yang sudah ada dan berproses dalam waktu miliaran hingga triliunan tahun. Jika ajaran Alkitab bersifat kepastian, maka penelitian ilmiah bersifat spekulatif. Karena itu, sangatlah penting untuk berpegang pada sesuatu yang pasti.
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru secara tegas dan konsisten memberitakan bahwa langit dan bumi adalah ciptaan Allah—ciptaan dalam pengertian menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada dalam wujud nyata yang dapat dilihat dan disentuh. Namun, manusia tidak diciptakan dari yang tidak ada, melainkan dari ciptaan Allah yang sudah ada. Manusia diciptakan dari debu dan tanah yang telah diciptakan Allah lebih dahulu (Kejadian 2:7). Hal yang sama dilakukan Allah dalam menciptakan binatang hutan dan burung di udara (Kejadian 2:19). Maka, penciptaan manusia dan binatang itu boleh disebut sebagai kisah penciptaan yang kedua.
Efesus 4:6 menyatakan, “Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.” Pencipta, dengan cara dan kedaulatan-Nya, sangat berkuasa melaksanakan karya penciptaan karena Dialah yang berada di atas semuanya. Rasul Paulus, yang sangat dipengaruhi Yudaisme, meyakini sepenuhnya satu fakta yang tak terbantahkan: Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta dan seluruh isinya.
Allah mengawali segala sesuatu dengan karya ciptaan yang luar biasa, dan hal itu selalu menjadi ciri kreativitas Allah. Sungguh, umat beriman tidak perlu ragu atau mempertanyakan cara kerja Allah dalam segala sesuatu, termasuk dalam menyertai dan melindungi umat-Nya. Bangkitkanlah imanmu dan pastikan hidupmu semakin berserah kepada Allah. Dia yang Mahaberkedaulatan itu selalu dekat dengan umat-Nya. MT
Firman Allah itu pasti dan tak berubah sedangkan penelitian ilmiah itu spekulatif dan berubah.





