Sabtu 10 Januari 2026
MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN
Bacaan Sabda : Yesaya 54:1-3
“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak” (Yesaya 54:1-3)
Menyembah Allah haruslah dalam roh dan kebenaran. Keduanya tidak boleh dipisahkan; tidak dapat memilih salah satu saja. Ada orang yang datang menyembah dengan sikap bebas dan spontan. Mereka penuh gairah menghampiri Allah, disertai kidung Mazmur, dan secara bebas mengungkapkan perasaan. Dari bersorak kegirangan, tiba-tiba saja mereka hening serta menangis.
Tidak ada yang keliru dengan ibadah dan penyembahan yang penuh gairah. Hanya saja perlu disadari bahwa ibadah dan penyembahan lebih daripada pengalaman emosional semata. Untuk menjadi penyembah yang otentik, penyembahan yang penuh gairah harus dirajut dengan kebenaran.
Dalam membangun kehidupan berjemaat, biasanya umat Tuhan menentukan pilihan mengenai di gereja mana mereka akan berjemaat. Biasanya seseorang memilih tempat berdasarkan rasa suka atau tidak suka, cocok atau tidak cocok. Ada yang betah di suatu gereja karena jemaatnya beribadah dengan semangat tinggi, terasa penuh gairah, dan sungguh hidup. Ada juga yang memilih gereja tertentu karena menganggap jemaatnya sangat Alkitabiah dan kuat dalam soal kebenaran.
Namun, perlu diketahui bahwa tidaklah tepat memilih salah satu di antara keduanya. Kita membutuhkan spirit dan kebebasan untuk mengungkapkan iman dengan penuh gairah karena itu melibatkan seluruh aspek kehidupan. Tetapi kita juga membutuhkan sikap yang teguh untuk terus berpijak pada kebenaran. Ibadah dan penyembahan sejati terjadi ketika batin yang terdalam meledak dengan kegembiraan setelah menerima informasi yang benar tentang Allah.
Pengenalan akan Allah sesuai firman-Nya adalah kebenaran yang perlu terus-menerus kita pelajari dengan sungguh-sungguh. Namun, perjumpaan dengan Allah adalah anugerah yang patut kita kejar. Pengenalan yang benar tentang Allah biasanya membawa kita kepada perjumpaan dengan Allah, dan perjumpaan sejati dengan Allah akan memotivasi kita untuk semakin mengenal-Nya. MT
Menyembah Allah dalam roh menghasilkan perjumpaan sejati dengan Allah; menyembah Allah dalam kebenaran menghasilkan pengenalan yang jelas tentang Allah.





