Kamis 08 Januari 2026
HIKMAT PARA PENYEMBAH
Bacaan Sabda : 1 Korintus 2:6-16
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” (1 Korintus 2:14)
Dalam Yohanes 4:24 dijelaskan bahwa para penyembah sejati harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Jadi, jika saudara berhubungan dengan Allah, saudara harus berhubungan dengan Dia dalam roh, karena memang itulah kodrat-Nya.
Ketika Yesus mengatakan dalam Yohanes 10:10 bahwa Ia datang untuk memberi hidup, Ia berbicara kepada orang-orang yang sudah hidup secara fisik. Tuhan Yesus tidak bermaksud berkata, “Aku datang memberi hidup agar fisikmu lebih berfungsi,” tetapi Ia bermaksud, “Aku datang agar rohmu menjadi lebih gesit sehingga batinmu berfungsi penuh.” Persekutuan dengan Allah terjadi ketika Roh Allah yang tidak kelihatan berpadu dengan roh kita yang juga tidak kelihatan. Persekutuan itu menjadi semakin indah ketika terjadi komunikasi antara keduanya—itulah penyembahan sejati.
Saudara bisa saja bertepuk tangan dengan irama yang teratur sambil mengumandangkan pujian kepada Allah. Saudara juga bisa merespons pemberitaan firman dengan berkata “Amin, haleluya.” Tetapi jika roh saudara belum mulai bangun dan bergerak, itu berarti saudara belum menyembah. Pertanyaan yang perlu kita jawab adalah: bagaimana kita menggerakkan roh kita agar dapat berkomunikasi dengan Roh Allah?
Dalam 1 Korintus 2:10–16 dijelaskan bahwa Roh Kudus berfungsi sebagai penghubung. Salah satu karya Roh Kudus adalah menghubungkan roh manusia dengan Allah yang adalah Roh. Dalam pembacaan Alkitab hari ini disebutkan tentang “manusia duniawi.” Istilah ini tidak berarti manusia yang hidup secara duniawi, tetapi berbicara tentang “manusia tanpa roh,” yaitu mereka yang belum dilahirkan kembali menjadi anak Tuhan. Itulah sebabnya mereka tidak mungkin memiliki persekutuan hidup dengan Allah, karena mereka semata-mata dipimpin oleh naluri alamiah. Tidak mengherankan jika mereka menolak segala sesuatu yang berasal dari Roh.
Rasul Paulus mengontraskan “manusia duniawi” dengan “manusia rohani.” Manusia rohani tidak hanya dipimpin oleh naluri alamiah, tetapi juga dipimpin oleh Roh, karena mereka memiliki pikiran Kristus. Artinya, mereka menghargai dan memandang segala perkara sesuai dengan cara Allah memandangnya, serta menilai segala perkara sebagaimana Allah menilainya. Mereka membenci dosa yang dibenci Allah dan mengasihi manusia berdosa yang dikasihi Allah. MT
Penyembahan tak lahir dari naluri alamiah melainkan dari hati yang dituntun Roh.





