Selasa 06 Januari 2026
SELALU RINDU MENYEMBAH
Bacaan Sabda : Maleakhi 1:6-14
“Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman Tuhan semesta alam.” (Maleakhi 1:11)
Semakin mengenal Allah kerinduan menyembah-Nya pasti semakin dalam dan besar. Karena pengenalan akan Allah memberikan segala motivasi yang kita butuhkan untuk menyembah Dia. Penyembahan selalu muncul pada saat kita menanggapi Allah.
Kunci penyembahan adalah realitas batin bukanlah ritus lahiriah. Realitas batin ini adalah merupakan tanggapan tulus akan Allah yang semakin kita kenal. Dalam pembacaan Alkitab hari ini menjelaskan bahwa umat Allah pada zaman Maleakhi menyembah Allah melalui ritual lahiriah. Mereka menyembah karena memang sudah jadwal untuk menyembah. Mereka beribadah karena saatnya untuk beribadah.
Tidak heran walau tubuh mereka hadir dengan bersikap agamis tetapi mereka sesungguhnya bukanlah menyembah dan beribadah kepada Allah, maka pertanyaan-pertanyaan diajukan kepada mereka “Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?” Firman Tuhan semesta alam kepada kami, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata “Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?” (Maleakhi 1:6).
Umat Allah yang menyembah hanya sebagai ritus lahiriah akan merosot menjadi rutinitas yang kosong. Hal ini berakibat penyembahan umat merosot. Allah pun mendapat penghormatan kurang daripada yang diberikan kepada manusia. Semua bersumber dari kurang pengenalan kepada Allah. Karena kurang pengenalan, umat datang menyembah Allah dengan setengah hati. Seharusnya datang ke rumah Allah untuk menyembah dengan penuh semangat. Seharusnya pula datang menyembah Allah dengan mengerahkan energi akal budi, energi hati dan energi rasa yang tulus.
Baru saja kita mendengar laporan team yang sedang melaksanakan missioan trip ke Lampung. Mereka sangat diberkati jemaat yang mengerahkan segala energi yang mereka miliki untuk beribadah. Mereka tidak menuntut acara yang menarik, tidak menuntut fasilitas yang memadai. Mereka tidak menuntut melainkan menundukkan diri untuk menyembah Allah. Penyembahan mereka tentu sebagai realitas batiniah sebagai tanggapan tulus atas kasih dan kuasa Allah. MT
Penyembahan sejati adalah realitas batin bukan ritus lahiriah.





