Sabtu 30 Agustus 2025
WASPADA, SETIA DAN TERUS BERKARYA
Bacaan Sabda : 2 Tesalonika 3:6-13
“Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.” (2 Tesalonika 3:13)
Lukas 12:35-48 adalah perumpamaan Tuhan Yesus tentang sikap waspada menanti kedatangan-Nya yang kedua. Hal itu membuktikan kedatangan-Nya yang kedua adalah hal yang pasti, yang bisa terjadi setiap saat sebab itu sikap yang benar adalah waspada.
Para pembaca yang setia, Alkitab mencatat ada 200 janji kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dalam Alkitab Perjanjian Lama tergenapi secara akurat dan detail. Sementara janji kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ada 300 lebih dan telah tergenapi. Sebagian besar berupa tanda-tanda kedatangan-Nya. Jadi kalau kedatangan-Nya yang pertama sebagai Juruselamat tergenapi sempurna sudah pasti kedatangan-Nya yang kedua sebagai Tuhan dan Hakim yang adil pasti tergenapi pula.
Tetapi sepanjang sejarah gereja mulai dari abad pertama sampai sekarang, sering terjadi penafsiran yang salah terhadap waktu kedatangan Yesus yang kedua. Kita tidak perlu menjadi lemah apalagi tidak setia. Karena sesungguhnya yang melatarbelakangi kesalahan itu adalah kerinduan yang dalam atas kedatangan Yesus. Kerinduan itu biasanya muncul ke permukaan saat kejahatan melanda manusia dan aniaya menimpa gereja Tuhan.
Rasul Paulus bukan tidak mungkin mempunyai pemikiran yang salah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang segera akan tiba. Mungkin saja Rasul Paulus menganggap salah seorang kaisar Romawi seperti kaisar Nero sebagai “manusia durhaka” yang muncul sebelum kedatangan Tuhan Yesus, tetapi Roh Kudus menuntun Rasul Paulus agar tidak menulis pendapatnya melainkan menulis kehendak Allah. Rasul Paulus menulis empat belas surat.
Pada saat menulis surat-suratnya keadaan sangat sesuai dengan tanda-tanda akhir zaman, tetapi dia tidak pernah menetapkan waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Tetapi dia terus memotivasi gereja bersikap waspada dengan setia dan terus berkarya. Secara tegas Rasul Paulus menegur jemaat yang tidak bekerja atau meninggalkan pekerjaan tetapi sibuk dengan hal-hal yang tak berguna.
Dalam menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, kita perlu waspada. Waspada artinya meningkatkan kehidupan rohani, mengoptimalkan doa dan menjangkau jiwa untuk Tuhan. Tetapi juga harus terus berkarya dan bekerja keras cari nafkah untuk menafkahi diri dan keluarga dan memberkati orang lain serta terus terlibat mendukung pelayanan gereja Tuhan. MT
Bila nubuat telah tergenapi sebagian besar, maka tinggal menunggu waktu untuk tergenapi keseluruhannya.