Jumat 29 Agustus 2025
SEMUA MEMBUTUHKAN DOA
Bacaan Sabda : 2 Tesalonika 2:13-3:5
“Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi – dan memang sungguh-sungguh demikian – sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” (2 Tesalonika 2:13)
“Sayalah, sayalah yang membutuhkan doa. Bukan ibu, bukan ayah, tetapi sayalah yang membutuhkan doa.” Syair nyanyian rohani anak-anak di atas sesungguhnya berpesan bahwa semua anak Tuhan harus berdoa, mendoakan, dan juga membutuhkan doa. Jika dipraktikkan dalam keluarga, maka setiap keluarga akan menjadi rumah doa.
Rasul Paulus adalah seorang pendoa. Ia memiliki kemauan dan keterampilan untuk melakukan apa yang patut dilakukannya bagi Kristus. Namun, Rasul Paulus tidak pernah gegabah menjalankan pelayanan tanpa doa. Ia sering memohon agar orang-orang yang dilayaninya turut mendoakannya. Sungguh suatu sikap yang cerdas untuk menanamkan betapa penting dan berharganya hidup saling mendoakan. Ini adalah prinsip rohani yang relevan sepanjang zaman: kita selalu membutuhkan dukungan doa, dan mereka pun selalu membutuhkan dukungan doa kita. Dengan hidup saling mendoakan dan melakukan doa syafaat dalam gereja, kehendak Allah akan tercapai, dan maksud iblis akan digagalkan.
Kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus dengan tulus berkata:
“Karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.”
Sekali lagi, prinsip Alkitab yang tidak dapat disangkal adalah bahwa doa kita bagi orang lain, dan doa orang lain bagi kita, akan membuat kita bersama-sama mengalami pekerjaan dan kuasa Allah di dalam hidup. Namun, mudahkah mempraktikkan kehidupan doa? Rasul Paulus sendiri mengalami kesulitan, tetapi ia tetap berdoa.
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia sesuai dengan kehendak Allah berdoa untuk orang-orang kudus.” (Roma 8:26-27)
Dengan hidup saling mendoakan, kita tahu pasti bahwa Allah akan melindungi kita dari segala yang jahat. Sekalipun harus menghadapi aniaya, Allah pasti memberi kekuatan. Daniel 9 menjadi contoh teladan agar kita terus berdoa syafaat. Daniel berdoa sepanjang hidupnya untuk pemulihan Yerusalem. Pemulihan itu terjadi, meskipun setelah Daniel meninggal. Teruslah berdoa. Doa pasti dijawab. Tidak menjadi soal bila jawaban atas doa kita baru nyata setelah kita sudah berada di pangkuan Bapa di surga. MT
Saling mendoakan haruslah merupakan kegiatan gereja yang terus terpelihara.