Senin 26 Januari 2026
AJARAN YANG BENAR
Sabda Renungan : “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” (Yakobus 7:16-17)
Sebelum Yesus menyatakan ajaran-Nya, sudah banyak ajaran yang didengar oleh publik dan diterima sebagai ajaran yang benar serta baku oleh kelompok keagamaan orang Yahudi. Tetapi ajaran-ajaran yang terpublikasikan tersebut tidak murni dari Kitab Suci karena sudah ditambah dengan adat istiadat atau tradisi Yahudi.
Pada saat Yesus mengajar di Bait Allah, semua pendengar mengagumi ajaran-Nya karena sangat berbeda dengan pengajaran para tokoh agama Yahudi. Orang-orang Yahudi yang mengenal-Nya pun berkomentar, “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar?” Pada saat itulah Yesus membuat pernyataan, “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.”
Yesus menyatakan bahwa ajaran yang benar haruslah bersumber dari firman Allah. Berdasarkan pernyataan Yesus ini, ada pesan penting bahwa semua orang percaya harus berhati-hati dalam menerima suatu ajaran, karena faktanya ada banyak ajaran yang tidak berkesesuaian dengan firman Allah.
Kita tentu tidak menampik bahwa ada banyak sumbangan teologi liberal kepada gereja, khususnya dalam hal penafsiran ayat-ayat Alkitab. Hal itu sangat membantu, dengan catatan para penafsir haruslah berpegang teguh kepada ajaran yang benar, yaitu ajaran yang diterima Yesus dari Allah Bapa dan diteruskan kepada gereja-Nya. Jadi, ajaran yang benar haruslah bersumber dari Alkitab dengan penafsiran dan pemahaman yang benar.
Kebebasan berteologi tentu adalah hal yang baik, dengan catatan tetap berpegang teguh kepada Alkitab sebagai standar kebenaran. Kebebasan tidak boleh diselewengkan, apalagi dalam hal yang berhubungan dengan ajaran. Ajaran yang bersumber dari Alkitab telah digumuli oleh para hamba Tuhan selama ribuan tahun, melalui proses yang panjang dan teruji.
Karena itu, bila ada ajaran Kristen yang baru tercetus dan terpublikasi, perlu mendapat pengujian yang ketat sebelum menerimanya. Dan bila para teolog muda mendapatkan sesuatu yang bersifat ajaran, jangan terlalu mudah mempublikasikannya; lebih baik menyimpannya terlebih dahulu. Pastikanlah bahwa ajaran yang diikuti adalah ajaran yang bersumber dari Alkitab dan sesuai dengan kehendak Allah.MT
Ajaran yang benar haruslah bersumber dari Alkitab dan penafsiran yang benar adalah membiarkan Alkitab itu menafsirkan.




