Home

PESAN MINGGU INI

HIDUP SALEH

2 Petrus 2:8-9 “sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa –“maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman”

Pada saat gereja berumur ± 35 tahun ternyata gereja di Asia kecil sudah disamakan dengan kejahatan manusia pada zaman Lot. Pengaruh budaya manusia dengan sistem duniawi cukup kuat memasuki kehidupan gereja bersama dengan bermunculannya guru-guru atau pengajar palsu. Paling tidak ada dua ajaran yang menyimpang yang boleh disebut bidat Kristen yang sudah muncul pada zaman rasul dan terus berlanjut sampai sekarang dan terus akan membayangi kehidupan gereja selama dunia belum berakhir:

  1. Hedonisme suatu paham yang menempatkan kenikmatan dunia dan kesuksesan secara materi menjadi ukuran atau standar kebenaran. Bersamaan dengan hedonisme bermunculan pula teologi sukses yang mengajarkan bahwa berkat Allah dan penyertaan Allah menjadi tujuan dalam pengertian berkat dan penyertaan Allah haruslah terbukti melalui materi yang berlimpah. Untuk mencapai kesuskesan maka tidak segan-segan menafsirkan firman Tuhan secara serampangan agar kesuksesan secara materi dapat digapai.
  2. Paham hypergrace atau anugerah yang berlebihan sehingga gereja sangat terbuka kepada kehidupan yang sangat berdosa. Paham yang menyimpang ini mengartikan anugerah Allah yang luar biasa sehingga membebaskan orang percaya berbuat dosa karena selalu ada anugerah Allah dan pengampunan yang berlimpah.

Hedonisme dan hypergrace ini biasanya adalah paham yang berdampingan. Di tengah-tengah keadaan berdosa inilah pengikut Kristus dianjurkan Petrus untuk menjalani dan memperjuangkan kehidupan yang saleh. Tentu sulit menerima kenyataan bila kehidupan berdosa menjadi hal yang biasa terjadi di tengah maraknya kehidupan beragama. Lebih buruknya lagi justru kebaikan Tuhan dijadikan menjadi alasan untuk hidup dalam dosa. Dalam hal ini kita dapat belajar kepada Lot. Allah menyelamatkan Lot karena dia tetap mempertahankan kehidupan yang saleh di tengah-tengah maraknya kehidupan berdosa. Dia sangat menderita menyaksikan orang-orang yang hidup tanpa hukum di lingkungannya. Lot terus berjuang mempertahankan kehidupan yang saleh walaupun hal itu tidak mudah. Belakangan ini pun kita dihadapkan kepada kondisi yang sama. Tetapi teruslah berjuang dan yakinlah bahwa Allah akan selalu nyata dan membuktikan penyertaan-Nya. Teruslah melangkah dan memperjuangkan hidup benar dan saleh, karena Allah tetap mempunyai rencana terindah bagi umat-Nya yang setia dan hidup sesuai kehendak-Nya. (MT)
Minggu 28 Februari 2021


[Pesan Mingguan 2021 Selengkapnya]