Senin 25 Mei 2026
JANJI YANG DI GENAPI, HARAPAN YANG DITERUSKAN
Sabda Renungan : “Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” (Titus 2:13)
Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus bukanlah akhir dari kisah penyelamatan, melainkan awal dari pengharapan yang terus hidup. Ketika para murid menyaksikan Yesus terangkat ke surga, mungkin hati mereka dipenuhi berbagai perasaan—takjub, bingung, bahkan kehilangan. Namun di tengah momen itu, malaikat menyampaikan sebuah janji yang menguatkan: Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti mereka melihat-Nya naik.
Janji ini menjadi dasar pengharapan bagi setiap orang percaya. Yesus tidak meninggalkan dunia tanpa arah. Ia telah menyelesaikan karya keselamatan-Nya, dan kini Ia memerintah dalam kemuliaan. Namun lebih dari itu, Ia juga menjanjikan bahwa suatu hari nanti Ia akan kembali untuk menjemput umat-Nya. Inilah pengharapan yang tidak lekang oleh waktu.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada ketidakpastian, tantangan, dan pergumulan. Ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan jauh atau tidak hadir. Tetapi melalui firman ini, kita diingatkan bahwa janji Tuhan selalu digenapi. Jika kenaikan-Nya adalah bukti kesetiaan-Nya, maka kedatangan-Nya kembali pun adalah kepastian yang bisa kita pegang teguh.
Pengharapan ini bukan sekadar untuk dinanti secara pasif, melainkan untuk diteruskan dalam hidup yang aktif. Kita dipanggil untuk hidup dengan iman, setia dalam melakukan kehendak Tuhan, dan menjadi saksi kasih-Nya di dunia. Setiap tindakan kasih, setiap kesetiaan kecil, adalah bagian dari menyambut janji yang akan digenapi.
Hari ini, mari kita hidup dengan mata yang tertuju pada pengharapan itu. Yesus telah naik ke surga, tetapi janji-Nya tetap hidup. Dan di dalam janji itu, kita menemukan kekuatan untuk melangkah, iman untuk bertahan, dan harapan yang tidak pernah padam.
Yesus naik ke surga, namun janji-Nya pasti digenapi; kita hidup dalam pengharapan, setia bersaksi, dan menantikan kedatangan-Nya dengan iman teguh setiap hari.





